STEROID



STEROID


Sejarah Penemuan Steroid

Penelitian tentang steroid awal mulanya dilakukan seorang ilmuwan bernama Berthold pada tahun 1849. Ketika itu, Berthold ingin membuktikan rasa penasarannya tentang steroid, dan fungsinya dalam metabolisme tubuh.
Berthold lalu melakukan uji coba pada ayam jantan muda. Ia membuang testis ayam tersebut dan melihat adanya perbedaan karakteristik pada ayam itu, termasuk fungsi-fungsi seksualnya setelah diberi perlakuan tersebut.
Penelitian Berthold itu kemudian menjadi pondasi utama perkembangan steroid selanjutnya. Satu abad kemudian, tepatnya pada tahun 1936, Ilmuwan lain bernama Ruzicka mulai melakukan sintesis produksi testeron dari kolesterol sebagai mana yang pernah dilakukan ilmuwan lainnya yaitu Butenand dan Hanisch.
Penelitian Ruzicka itulah, konon, Nazi yang dipimpin Adolf Hitler menggunakan steroid untuk memperkuat kondisi fisik pasukannya. Di tahun yang sama, penggunaan steroid untuk meningkatkan berat badan anjing peliharaan marak juga dilakukan. Tahun 1948-1954, dua perusahaan obat-obatan yaitu Searle dan Ciba tertarik melakukan eksperimen terhadap ribuan sintesis steroid. Hasil penelitian mereka kemudian diikuti dengan banyaknya penggunaan steroid pada atlet-atlet Olimpiade. Termasuk atlet-atlet Uni Soviet yang ketika itu sangat mendominasi jalannya olimpiade dan banyak memecahkan rekor dunia.
Sejarah ringkas di atas menceritakan sekilas sejarah penemuan steroid yang digunakan dalam olahraga sebagai “obat kuat”. Tulisan ini membatasi pembicaraan hanya pada steroid yang sering dikomsumsi oleh masyarakat, serta efek sampingnya akibat penyalahgunaan yang cukup tinggi untuk mendapatkan kesembuhan penyakit.

1.            Pengertian Umum
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok senyawayang penting dengan struktur dasar sterana jenuh (bahasa Inggrissaturated tetracyclic hydrocarbon : 1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom karbon dan 4 cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterolergosterol,progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincinsikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin.
Lemak sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun diturunkan dari kolestanadilengkapi gugushidroksil pada atom C-3, banyak ditemukan pada tanamanhewan dan fungsi. Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat dari siklisasisqualena daritriterpenaKolesterol adalah jenis lain lemak sterol yang umum dijumpai.
Beberapa steroid bersifat anabolik, antara lain testosteronmetandienonnandrolon dekanoat4-androstena-3 17-dion. Steroid anabolik dapat mengakibatkan sejumlah efek samping yang berbahaya, seperti menurunkan rasio lipoprotein densitas tinggi, yang berguna bagi jantung, menurunkan rasio lipoprotein densitas rendah, stimulasi tumor prostat, kelainan koagulasi dan gangguan hati, kebotakan, menebalnya rambut, tumbuhnya jerawat dan timbulnya payudara pada pria. Secara fisiologi, steroid anabolik dapat membuat seseorang menjadi agresif.
Steroid adalah salah satu bentuk triterpena termodifikasi, sehingga unit penyusunnya adalah isoprena, yaitu IPP dan DMAPP. IPP dan DMAPP dibiosintesis oleh tubuh dari Asetil Koenzim A, suatu C-2 hasil pelepasan CO2 oleh piruvat pada jalur metabolisme, lewat jalur asam mevalonat atau deoksisilulosa fosfat.
Unit – Unit IPP dan DMAPP bereaksi memanjangkan rantai membentuk C-15, disebut farnesil. Dua FPP (Farnesil Pirofosfat) bergabung ekor-ekor membentuk skualena. Skualena teroksidasi membentuk epoksida, memungkinkan terjadinya siklisasi membentuk lanosterol.



·                               SIFAT STEROID
1)      Substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam.
2)      Subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen.
2.            Struktur  Steroid
Ada sejumlah besar senyawa lipid yang mempunyai struktur dasar yang sama dan dapat dianggap sebagai derivat perhidrosiklopentanofenantrena, yang terdiri atas 3 cincin sikloheksana terpadu seperti bentuk fenantrena dan sebuah cincin siklopentana yang tergabung pada ujung cincin sikloheksana tersebut.

Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincinsikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin.
Hormon steroid berasal dari kolesterol dan berstruktur inti perhidrosiklopentanolfenantren yang terbagi atas tiga cincin sikloheksana. Senyawa steroid terdapat pada hewan, tanaman tingkat tinggi bahkan terdapat pula pada beberapa tanaman tingkat rendah seperti jamur (fungi). Steroid banyak terdapat di alam tetapi dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai aktivitas biologis, yang mempunyai karakteristik tertentu yaitu seperti 1) substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam 2) subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen. Mendengar kata steroid, anabolic steroid, obat perangsang meningkatnya metabolisme hormonal tubuh manusia sehingga menjadi lebih kuat. Steroid ini di dalam dunia olahraga sering menimbulkan kontroversi, mengingat prestasi seseorang dapat meningkat dengan mengkonsumsinya, sementara di pihak lain, konsumsi steroid dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. Baik yang terdapat di tumbuhan maupun di hewan, merupakan hormon yang larut dalam lemak, dan mempunyai struktur basa tetrasiklo. Struktur basa memiliki empat cincin yang saling terpaut dan terdiri dari tiga cincin sikloheksan dan dan siklopentan tersintesis dari asetil CoA melalui jalur asam mevalonik di dalam metabolisme sel tumbuhan. Perbedaan pre-kursor di jalur asam mevalonik, dalam biosintesis steroid pada tumbuhan dan hewan menghasilkan produk steroid yang berbeda, pada tumbuhan menghasilkan brassinolide dan pada hewan menghasilkan kolesterol, dan yang lain lagi pada cendawan menghasilkan ergosterol.
3.      Manfaat Steroid

1.      Dapat digunakan sebagai obat

2.      Secara rinci beberapa manfaat steroid pada tumbuhan adalah sebagai berikut :
Ø  meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan
Ø  menghambat penuaan daun (senescence)
Ø  mengakibatkan lengkuk pada daun rumput-rumputan
Ø  menghambat proses gugurnya daun
Ø  menghambat pertumbuhan akar tumbuhan
Ø  meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan
Ø  menstimulasi perpanjangan sel di pucuk tumbuhan
Ø  merangsang pertumbuhan pucuk tumbuhan
Ø  merangsang diferensiasi xylem tumbuhan
Ø  menghambat pertumbuhan pucuk pada saat kahat udara dan endogenus karbohidrat.

 permasalahan : 
1. bagaimana cara mendapatkan steroid, apakah steroid cuma ada pada tumbuhan.?
2. bagaimana akibat penggunaan steroid dalam jangka panjang pada tubuh manusia.?
3. obat apa yang bisa di peroleh menggunakan steroid, apakah obat nya dapat menjadi penangkal efek samping penggunaan steroid itu sendiri.?

5 komentar:

  1. Baik saya akan menjawab permasalahan no 2
    Efek steroid yang muncul jika digunakan secara jangka panjang oleh wanita, antara lain:
    a. Tumbuh bulu berlebihan pada tubuh dan wajah.
    b. Suara menjadi berat seperti suara pria.
    c. Terjadi pembesaran pada klitoris.
    d. Berisiko menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.
    e. Mengalami penyusutan ukuran payudara.
    Selain efek terkait reproduksi di atas, beberapa efek negatif secara umum yang bisa diakibatkan oleh penggunaan steroid dalam jangka panjang, antara lain:
    a. Menyebabkan rasa nyeri pada otot.
    b. Membuat pertumbuhan terhambat bagi pemakai usia remaja.
    c. Bisa menyebabkan tumbuhnya tumor hati.
    d. Menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan .
    e. Terjadinya pembesaran tidak normal pada otot jantung.
    f. Menyebabkan perilaku agresif .
    g. Membuat stretch mark pada kulit.
    h. Menimbulkan masalah jerawat.
    i. Bisa menyebabkan adanya kelainan lipid darah sehingga memperbesar risiko terkena penyakit jantung.

    BalasHapus
  2. Menjawab permasalahan kedua, Steroid merupakan obat ampuh dalam mengatasi peradangan dan meredakan nyeri, selain itu steroid yang langsung bekarja pada kimiawi otak juga bermanfaat untuk meningkatkan mood. Seseorang yang tidak mengalami peradangan tetapi mengkonsumsi steroid dapat merasa nyaman dalam waktu yang relatif cepat. Tetapi penggunaan steroid sebagai pereda nyeri dan meningkatkan mood juga mempunyai efek samping yang kadang-kadang justru membahayakan. Efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan steroid antara lain:
    1. Steroid dapat menekan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko infeksi.
    2. Saat diminum, steroid dapat menyebabkan gastritis atau mag- Steroid dapat menghentikan
    suplai darah pada sendi terutama di paha dan menyebabkan rasa nyeri degeneratif yang disebut
    avascular necrosis.
    3. Steroid dapat mengurangi massa tulang dan meningkatkan risiko patah tulang dalam
    penggunaan jangka panjang.
    4. Steroid dapat menyebabkan kemampuan tubuh untuk merespon emosi dan rasa sakit fisik
    berkurang.
    5. Kebanyakan mengkonsumsi steroid bakal melepas lemak dan cairan ditubuhnya meskipun
    sudah menghentikan konsumsi steroid.

    BalasHapus
  3. baiklah roby saya akan menjawap permasalahan anda no 1 :
    steroid terdapat dalam berbagai organisme seperti penjelasan berikut :
    Hormon steroid berasal dari kolesterol dan berstruktur inti perhidrosiklopentanolfenantren yang terbagi atas tiga cincin sikloheksana. Senyawa steroid terdapat pada hewan, tanaman tingkat tinggi bahkan terdapat pula pada beberapa tanaman tingkat rendah seperti jamur (fungi). Steroid banyak terdapat di alam tetapi dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai aktivitas biologis, yang mempunyai karakteristik tertentu yaitu seperti 1) substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam 2) subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen. Steroid adalah terpenoid lipid yang ditandai oleh sterane inti dan tambahan kelompok fungsional. Inti adalah karbon empat menyatu struktur cincin: tiga sikloheksana cincin dan satucyclopentane cincin. Steroid bervariasi oleh kelompok-kelompok fungsional yang melekat pada cincin ini dan oksidasi keadaan berdering. Ratusan steroid berbeda ditemukan dalam tanaman, hewan, dan Semua steroid yang dibuat dalam sel baik dari sterol lanosterol (hewan dan jamur) atau cycloartenol (tanaman)
    ,
    lanosterol dan cycloartenol, berasal dari cyclization dari triterpenesqualene. Sterol adalah bentuk khusus steroid, dengan kelompok hidroksil pada atom C-3 dan sebuah kerangka yang berasal dari cholestane.

    Kolesterol adalah salah satu yang paling dikenal sterol. Mendengar kata steroid, anabolic steroid, obat perangsang meningkatnya metabolisme hormonal tubuh manusia sehingga menjadi lebih kuat. Steroid ini di dalam dunia olahraga sering menimbulkan kontroversi, mengingat prestasi seseorang dapat meningkat dengan mengkonsumsinya, sementara di pihak lain, konsumsi steroid dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia.

    BalasHapus
  4. saya ingin mencoba menjawab permasalahan nomor dua, penggunaan steroid bagi tubuh manusia telah dilarang oleh agama karena dapat mengubah manusia itu sendiri menjadi kuat

    BalasHapus
  5. Saya ingin menanggapi permasalahan ketiga, Steroid atau kortikosteroid adalah obat golongan antiinflamasi yang dapat digunakan untuk meredakan suatu inflamasi dan gejala yang ditimbulkan oleh suatu reaski alergi/imunologik. Namun penggunaan stroid jangka panjang juga dapat merugikan bagi tubuh, oleh karena itu penggunaan steroid harus tepat dan dengan dosis serta jangka waktu pemakaian yang benar.

    Pada kortikosteroid terdapat berbagai efek penggunaan jangka panjang yaitu:
    - Dapat timbul garis keungunan pada lokasi pengolesan (striae keunguan)
    - Pembuluh darah sekitar kulit terutama wajah dapat melebar (telangiektasis)
    - Warna kulit sekitar dapat berubah menjadi lebih putih yang abnormal (hipopigmentasi)
    - Muncul jerawat dan bintik merah terutama pada penggunaan di wajah dan leher
    - Timbul dermatitis perioral (adanya ruam kemerahan pada sekitar bibir)
    - Pada penggunaan steroid minum jangka panjang, dapat menyebabkan moonface (wajah menjadi bengkak), gangguan fungsi ginjal, gangguan metabolik dan sebagainya.

    BalasHapus