A. Perbedaan Lipid Dan Lemak
Sebelumnya
saya beranggapan bahwa lipid dan lemak itu sama namun setelah
membaca beberapa artikel ,dapat saya simpulkan keduanya memiliki perbedaan yang
mana Lipid mempunyai cakupan yang lebih luas,sedangkan lemak merupakan salah
satu komponen dari lipid itu sendiri.
Berikut
Ulasannya :
Lipid
merupakan senyawa ester dari asam lemak dan gliserol. Meskipun begitu,
kadang-kadang dalam lipid juga ditemukan gugus-gugus lain selain gugus asam
lemak dan gliserol. Lipid merupakan senyawa yang tidak larut dalam udara,
tetapi dalam pelarut organik kloroform atau benzena.
Berdasarkan
kemiripan struktur kimianya, lipid dibagi menjadi beberapa sub kelas lipid.
Diantaranya cukup sering didengar antara lain:
a. Asam
Lemak
Asam
lemak adalah bahan dasar pembangunan lemak di tubuh kita. Asam lemak sendiri
merupakan rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan gugus asam karboksilat
(R-COOH).
Asam
lemak merupakan asam organik yang ada sebagai ester trigliserida. Asam lemak
berupa ester yang ditemukan dalam tumbuhan dan hewan.
Contoh dari Asam
lemak adalah Asam Palmitat, Asam Oleat
b. Lemak
Lemak
adalah zat organik hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam udara.Namun dapat
masuk ke dalam pelarut organik seperti kloroform, eter dan benzen..
c. Fosfolipid
Fosfolipid
adalah penyusun dasar lipid (lipoprotein). Fosfolipid adalah lipid yang
mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala polar dan bagian ekor
(nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka udara), sedangkan
bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka udara). Lipid terdiri atas
fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
d. Steroid
Steroid
adalah senyawa organik yang terbuat dari turunan lemak. Sedangkan hormon
steroid adalah steroid yang berfungsi sebagai hormon. Steroid dalam tubuh dapat
dikelompokkan menjadi 2 kelas, yaitu kortikosteroid yang paling banyak. Korteks
adrenal dan seks steroid yang paling banyak ditemukan dalam organ kelamin dan
plasenta.
B. Metabolisme lemak
Lemak
yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan
hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai
cadangan energi (Guyton, 2007). Lemak yang terdapat dalam makanan akan
diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas
pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan diserap dari usus
dan masuk kedalam darah.
Lemak
tidak larut dalam air, berarti lemak juga tidak larut dalam plasma darah. Agar
lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka di dalam plasma darah,
lemak akan berikatan dengan protein spesifik membentuk suatu kompleks
makromolekul yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol,
trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut lipoprotein.
Berdasarkan komposisi, densitas, dan mobilitasnya, lipoprotein dibedakan
menjadi kilomikron, very low density lipoprotein (VLDL), low density
lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL). Setiap jenis lipoprotein
memiliki fungsi yang berbeda dan dipecah serta dibuang dengan 15 cara yang
sedikit berbeda. Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui
jalur eksogen dan jalur endogen (Adam, 2009).
a.
Jalur
eksogen
Makanan berlemak yang
kita makan terdiri atas trigliserid dan kolestrol. Trigliserida & kolesterol
dalam usus halus akan diserap ke dalam enterosit mukosa usus halus.
Trigliserida akan diserap sebagai asam lemak bebas sedangkan kolestrol, sebagai
kolestrol. Di dalam usus halus asam lemak bebas akan diubah lagi menjadi
trigliserida, sedangkan kolestrol mengalami esterifikasi menjadi kolestrol ester.
Keduanya bersama fosfolipid dan 16 apolipoprotein akan membentuk partikel besar
lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam
aliran darah. Trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim
lipoprotein lipase yang berasal dari endotel, sehingga terbentuk asam lemak
bebas (free fatty acid) dan kilomikron remnant (Adam, 2009).
Kilomikron remnan akan
dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas. Sebagian
kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan
dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses
penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan
melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ
hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur
endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil),
dibuang dari aliran darah oleh hati. Kolesterol juga dapat 17 diproduksi oleh
hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian
dikirimkan ke dalam aliran darah (Adam, 2009).
b.
Jalur endogen
Pembentukan
trigliserida dan kolesterol disintesis oleh hati diangkut secara endogen dalam
bentuk VLDL.VLDL akan mengalami hidrolisis dalam sirkulasi oleh lipoprotein
lipase yang juga menghidrolisis kilomikron menjadi IDL(Intermediate Density
Lipoprotein). Partikel IDL kemudian diambil oleh hati dan mengalami pemecahan
lebih lanjut menjadi produk akhir yaitu LDL.LDL akan diambil oleh reseptor LDL
di hati dan mengalami katabolisme.LDL ini bertugas menghantar kolesterol kedalam
tubuh. HDL berasal dari hati dan usus sewaktu terjadi hidrolisis kilomikron
dibawah pengaruh enzim lecithin cholesterol acyltransferase (LCAT). Ester
kolesterol ini akan mengalami perpindahan dari HDL kepada VLDL dan IDL sehingga
dengan demikian terjadi kebalikan arah transpor kolesterol dari perifer menuju
hati.Aktifitas ini mungkin berperan sebagai sifat antiterogenik (Adam, 2009).
c.
Jalur
Reverse Cholesterol Transport
HDL dilepaskan sebagai
partikel kecil miskin kolestrol yang mengandung apolipoprotein (apo) A, C, E
dan disebut HDL nascent. HDL nascent berasal dari usus halus dan hati,
mempunyai bentuk gepeng dan mengandung apolipoprotein A1. HDL nascent akan
mendekati makrofag untuk mengambil kolestrol yang tersimpan di makrofag.
Setelah mengambil 18 kolestrol dari makrofag, HDL nascent berubah menjadi HDL
dewasa yang berbetuk bulat. Agar dapat diambil oleh HDL nascent, kolestrol di
bagian dalam makrofag harus dibawa ke permukaan membran sel makrofag oleh suatu
transporter yang disebut adenosine triphosphate binding cassette transporter 1
atau ABC 1. Setelah mengambil kolestrol bebas dari sel makrofag, kolestrol
bebas akan diesterifikasi menjadi kolestrol ester oleh enzim lecithin
cholesterol acyltransferase (LCAT). Selanjutnya sebagian kolestrol ester yang
dibawa oleh HDL akan mengambil dua jalur. Jalur pertama ialah ke hati dan
ditangkap oleh scavenger receptor class B type I dikenal dengan SR-B1. Jalur
kedua adalah kolestrol ester dalam HDL akan dipertukarkan dengan trigliserid
dari VLDL dan IDL dengan bantuan cholestrol ester transfer protein (CETP).
Dengan demikian fungsi HDL sebagai penyerap kolestrol dari makrofag mempunyai
dua jalur yaitu langsung ke hati dan jalur tidak langsung melalui VLDL dan IDL
untuk membawa kolestrol kembali ke hati (Adam, 2009).
C. Metabolisme Lipid
Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di
dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik.
1. Fungsi lipid
Ada beberapa fungsi lipid di antaranya:
1.
Sebagai penyusun struktur membran sel
Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan
mengatur aliran material-material.
2.
Sebagai cadangan energi
Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa
3.
Sebagai hormon dan vitamin
Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin
membantu regulasi proses-proses biologis
2. Jenis-jenis lipid
Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:
1.
Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh
2.
Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida
3.
Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan
glikolipid
4.
Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid dan
malam
3. Asam lemak
Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang.
Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai
dengan C24. Ada dua macam asam lemak yaitu:
1.
Asam lemak jenuh (saturated
fatty acid)
Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap
2.
Asam lemak tak jenuh (unsaturated
fatty acid)
Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap
4. Gliserida netral (lemak netral)
Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan
gliserol. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi
(berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau
3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak
disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida
dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida
merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.
Apa
yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak
(oil)? Lemak dan minyak keduanya
merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya
adalah:
1.
Lemak
-
Umumnya diperoleh dari
hewan
-
Berwujud padat pada suhu
ruang
-
Tersusun dari asam lemak
jenuh
2.
Minyak
-
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
-
Berwujud cair pada suhu ruang
-
Tersusun dari asam lemak tak jenuh
5. Fosfogliserida (fosfolipid)
Lipid dapat mengandung gugus fosfat.
Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak.
Penggunaan fosfogliserida adalah:
1.
Sebagai komponen penyusun membran sel
2.
Sebagi agen emulsi
6. Lipid kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.
Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.
7. Lipid non gliserida
Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak
bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini
adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan malam.
8. Metabolisme lipid
Lipid yang kita peroleh sebagai sumber
energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara
gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid
adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa
monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk
sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga
dapat melalui jalur ini.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam
air, maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan
dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak
dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul
berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron
ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga
bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan
menuju hati dan jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah
menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol
tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan
trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan
energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk
ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut
sebagai asam lemak bebas (free fatty
acid/FFA ).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan
adalah asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah
mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan
gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika
sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak
dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan
trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan
menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil
metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke
dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika
kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi
asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil
KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol
mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi
asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat,
hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan
keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis
metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.


1. apa yang terjadi pada tubuh jika kelebihan lemak? dan apa penyebabnya.?
2. apa yang terjadi pada tubuh jika kekurangan lemak? dan mengapa bisa terjadi?




Saya akan menjawab permasalahan no 1
BalasHapusKonsumsi lemak jenuh berlebihan akan membuat kandungan kolesterol dalam darah meningkat. Hal ini juga akan memberikan efek buruk untuk arteri jantung. Jika sudah terjadi kerusakan arteri maka bisa menyebabkan masalah pada otak dan ginjal. Kolesterol tinggi dalam darah kemudian akan menekan arteri dan dapat menyebabkan beberapa kerusakan seperti pendarahan arteri dan penumpukan plak arteri. Semakin lama gangguan ini terjadi, maka bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan baik dan bisa menyebabkan gejala penyakit jantung.
Saya akan menjawab permasalahan no 1
BalasHapusKonsumsi lemak jenuh berlebihan akan membuat kandungan kolesterol dalam darah meningkat. Hal ini juga akan memberikan efek buruk untuk arteri jantung. Jika sudah terjadi kerusakan arteri maka bisa menyebabkan masalah pada otak dan ginjal. Kolesterol tinggi dalam darah kemudian akan menekan arteri dan dapat menyebabkan beberapa kerusakan seperti pendarahan arteri dan penumpukan plak arteri. Semakin lama gangguan ini terjadi, maka bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan baik dan bisa menyebabkan gejala penyakit jantung.
Saya akan menjawab permasalahan nomor 2, yaitu jika di dalam tubuh terdapat protein serta karbohidrat yang berlebihan, tubuh akan secara alami menyimpan dan mengubahnya menjadi lemak. Tetapi kekurangan lemak bisa saja terjadi, terlebih kekurangan lemak baik di dalam tubuh. Berikut adalah hal yang mungkin terjadi jika tubuh Anda kekurangan lemak:
BalasHapus1. Depresi
Asupan lemak yang kurang bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Hal ini berkaitan dengan fungsi lemak yang berperan dalam sintesis hormon dan neurotransmitter, salah satunya adalah serotonin. Serotonin adalah sebuah zat di dalam sistem saraf yang disebut neurotransmitter yang berperan untuk memunculkan perasaan tenang dan damai. Sehingga, jika Anda kekurangan lemak di dalam makanan yang dikonsumsi, Anda berisiko untuk mengalami depresi dan berbagai gangguan kesehatan mental lainnya.
2. Berisiko mengalami kekurangan berbagai vitamin
Lemak berperan penting dalam metabolisme serta penyerapan vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, K. Vitamin-vitamin tersebut memerlukan lemak di dalam tubuh untuk bisa diserap. Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Colorado State University memang kondisi kekurangan vitamin larut lemak jarang ditemukan, tetapi bukan tidak mungkin. Jika hal ini terjadi maka fungsi tubuh akan terganggu dan muncul berbagai masalah pada kesehatan. Contohnya saja masalah pada kulit, kulit menjadi kering, terlihat pucat, dan kusam, karena vitamin E yang baik untuk kulit jumlahnya kurang di dalam tubuh.
Tidak hanya itu, mungkin akan muncul gangguan pada tulang sebab berkaitan dengan kekurangan vitamin D dan vitamin K, masalah pada penglihatan yang berhubungan dengan kurangnya vitamin A.
3. Sering merasa kedinginan
Salah satu fungsi lemak adalah menjaga suhu tubuh agar selalu normal. Setiap orang memiliki lemak subkutan yaitu lemak yang berada di bawah lapisan kulit. Lemak jenis ini yang menjaga tubuh dari dinginnya udara luar. Tidak hanya itu, lemak-lemak tersebut akan menghasilkan panas agar tubuh tidak kedinginan. Oleh karena itu, orang yang bertubuh kurus lebih sering merasa kedinginan atau sensitif akan suhu lingkungan yang rendah.
4. Mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah
Lemak terbagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat dan dampaknya bagi tubuh, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik adalah high density lipoprotein (HDL) yang berfungsi untuk memungut sisa-sisa lemak yang menumpuk di pembuluh darah dan kemudian di bawa ke hati, yaitu tempat metabolisme lemak dalam tubuh. Ketika Anda menerapkan diet rendah lemak, maka jumlah HDL – lemak baik – di dalam tubuh berkurang. Padahal, HDL baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kekurangan jenis lemak ini akan menimbulkan beberapa masalah pada jantung.
5. Merasa cepat lapar dan sering lapar
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan sumber lemak yang sesuai dengan kebutuhan dapat menahan rasa lapar lebih lama dan membantu mengatur nafsu makan. Lemak tidak jenuh ganda dan tunggal dianggap sebagai sumber lemak yang baik dan efektif untuk menahan rasa lapar. American Heart Association menganjurkan untuk mengonsumsi lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda, seperti alpukat, minyak zaitun, berbagai jenis ikan.
saya ingin mencoba menjawab permasalahan nomor satu,
BalasHapusApa Resiko Kelebihan Lemak ?
Akibat kelebihan lemak dalam tubuh ternyata menyebabkan berbagai jenis penyakit yang sangat fatal untuk tubuh. Tubuh akan terasa tidak sehat dan tidak bisa digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Berikut ini adalah berbagai resiko karena kelebihan asupan lemak dalam tubuh :
1. Obesitas
Semua jenis lemak yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi adalah lemak lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh dan juga lemak trans. Berbagai jenis sumber lemak yang terus menumpuk dalam tubuh tidak bisa dimanfaatkan semua oleh tubuh. Akibatnya maka lemak akan terus menumpuk dalam jaringan tubuh di berbagai tempat. Jika kondisi dibiarkan terus menerus maka bisa tubuh bisa menjadi sangat gemuk dan bahaya obesitas ini akan mengancam tubuh dengan berbagai jenis penyakit seperti :
penyakit jantung
stroke
kerusakan jantung
penyakit pada hati
paru-paru
2. Kerusakan Dinding Arteri
Konsumsi lemak jenuh berlebihan akan membuat kandungan kolesterol dalam darah meningkat. Hal ini juga akan memberikan efek buruk untuk arteri jantung. Jika sudah terjadi kerusakan arteri maka bisa menyebabkan masalah pada otak dan ginjal. Kolesterol tinggi dalam darah kemudian akan menekan arteri dan dapat menyebabkan beberapa kerusakan seperti pendarahan arteri dan penumpukan plak arteri. Semakin lama gangguan ini terjadi, maka bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan baik dan bisa menyebabkan gejala penyakit jantung.
Kerusakan dinding arteri juga bisa terjadi karena :
bahaya diabetes
bahaya junk food
akibat kelebihan kalsium
3. Meningkatkan Resiko Kanker
Pola makan yang buruk seperti terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan tidak mengkonsumsi makanan kaya serat dengan baik akan memicu tumbuhnya sel kanker di berbagai organ tubuh. Beberapa jenis kanker yang paling sering terjadi adalah kanker usus besar, kandung empedu, ginjal dan berbagai kanker yang menyerang organ reproduski.
Peningkatan resiko kanker ini juga bisa terjadi karena :
bahaya perokok pasif
bahaya daging asap
bahaya kopi
4. Sembelit
Orang yang terbiasa mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung lemak tinggi bisa mempengaruhi sistem kerja organ tubuh. Akibat yang paling mudah terjadi adalah gangguan pada organ pencernaan seperti usus dan perut. Lemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dikonsumsi sehingga terkadang organ lambung tidak bisa kosong sepenuhnya. Penyakit yang paling sering terjadi adalah sembelit. Sembelit menjadi salah satu pertanda bahwa perut dan sistem pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik.
Sembelit ini juga bisa terjadi karena :
akibat kurang serat
akibat menahan kentut
bahaya minum obat pelangsing
5. Kerusakan Otak
Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung lemak juga bisa menyebabkan kerusakan otak karena, kandungan lemak jenuh bisa merusak bagian hipotalamus. Hipotalamus adalah salah satu bagian di dalam otak yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan energi. Perubahan pengaruh lemak kepada protein dan gen sangat erat hubungannya dengan konsumsi lemak berlebihan.
Kerusakan otak ini juga bisa terjadi karena banyak hal seperti :
akibat begadang malam
bahaya minuman keras
bahaya rokok elektrik
6. Kolesterol Tinggi
Konsumsi berbagai jenis lemak bisa meningkatkan kandungan kolesterol dalam tubuh. Kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan berbagai masalah seperti kerusakan arteri, penumpukan plak pada pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah dan berbagai jenis resiko penyakit jantung. Bahkan kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang apabila terus terjadi maka bisa menyebabkan komplikasi jantung, penyakit ginjal dan gejala stroke.
Bagi yang sudah mengalami masalah kadar kolesterol tinggi ini, ketahui informasi mengenai kolesterol yang tepat seperti :
pantangan kolesterol tinggi
makanan yang mengandung kolesterol
kolesterol LDL dan HDL
perbedaan kolesterol dan trigliserida
baik saya akan menjawab permasalahan no 1
BalasHapusAkibat Kelebihan Lemak Dalam Tubuh
1.Obesitas
Seluruh tipe lemak yang masuk kedalam badan sanggup menjadi yaitu lemak tidak jenuh tunggal, lemak tidak jenuh ganda, lemak jenuh & lemak trans. Bermacam Macam type sumber lemak yang konsisten menumpuk dalam badan tak sanggup difungsikan seluruhnya oleh badan. Akibatnya sehingga lemak bisa tetap menumpuk dalam jaringan badan di beraneka tempat. Kalau keadaan ini dibiarkan terus-menerus sehingga badan sanggup jadi amat gemuk atau obesitas.
2.Kerusakan dinding arteri
Mengkonsumsi lemak jenuh berlebihan dapat menciptakan kandungan kolesterol dalam darah meningkat. Aspek ini pula dapat memebrikan resiko jelek buat arteri jantung. Jikalau telah berlangsung kerusakan arteri sehingga sanggup menyebabkan masalah terhadap otak & ginjal.
3.Meningkatkan dampak kanker
Pola makan yang jelek seperti terlampaui tidak sedikit konsumsi lemak & tak konsumsi makanan yang kaya akan serat dengan baik dapat memicu tumbuhnya sel kanker di bermacam macam organ badan.
4.Sembelit
Orang yang terbiasa konsumsi beraneka ragam makanan yang mengandung lemak tinggi mampu mempengaruhi system kerja organ badan. Akibat yangg paling egampang terjadi ialah kendala kepada organ pencernaan seperti usus & perut. Lemak membutuhkan kala yang lebih lama utk dimakan maka terkadang organ lambung tak sanggup kosong sepenuhnya. Penyakit yang lebih sering berjalan yaitu sembelit.
5.Kerusakan otak
Mengkonsumsi bermacam macam kategori makanan yang mengandung lemak sanggup menyebabkan kerusakan otak, sebab kandungan lemak jenuh mampu merusak sektor hipotalamus. Hipotalamus yakni salah satu bidang di dalam otak yang berfungsi buat mengatur keseimbangan energi. Perubahan pengaruh lemak terhadap protein & gen amat sangat erat hubungannya bersama mengkonsumsi lemak berlebihan.
6.Kolesterol tinggi
Mengkonsumsi beraneka lemak mampu meningkatkan kandungan kolesterol dalam badan. Koletserol yang tinggi mampu menyebabkan beragam masalah seperti kerusakan arteri, penumpukan plak kepada pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah & bermacam macam kategori efek penyakit jantung.
Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke 2 yaitu
BalasHapus• Saat tubuhmu kekurangan lemak, kamu tidak memiliki energi yang cukup untuk berpikir maupun bergerak. Hasilnya, kamu pun akan kesulitan untuk fokus terhadap apapun.
• Kulitmu dilindungi dengan lapisan lemak. Dan saat kamu kekurangan lapisan lemak ini maka kulitmu akan jadi kering serta mudah terkena infeksi.
• Otak mengandung lemak hampir 60%. Lemak ini berfungsi untuk membuat otakmu agar bisa berfungsi dengan benar. Sehingga saat kamu kekurangan lemak, maka otakmu akan sulit dibuat untuk berpikir atau mengingat.
• Salah satu efek buruk dari tubuh yang kekurangan lemak adalah kamu jadi mudah kedinginan. Sebabnya, lapisan lemak yang membuat tubuh hangat ini menipis.